Melayani Client di Sumatera Barat, Riau Daratan, Riau Pesisir dan Kepri !
0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Usaha Quarry Rakyat di Desa Salo, Kampar

Usaha quarry rakyat adalah usaha turun temurun yang dilakukan masyarakat Desa Salo, Kabupaten Kampar yang tinggal di tepi Sungai Kampar.

Salo adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, wilayahnya berbatasan langsung dengan Kota Bangkinang, ibukota Kabupaten Kampar.

Secara garis besar, aktivitas dan profesi masyarakat di Desa Salo adalah petani, pedagang, nelayan, penambang, karyawan, ASN, sektor pariwisata, serta dibidang jasa lainnya.

Akibat pandemi covid-19 yang tak kunjung usai, usaha quarry rakyat ini juga tak luput dan terkena imbasnya. Orderan menjadi sepi akibat mangkraknya pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. Selain itu aktivitas pembangunan oleh warga juga banyak berkurang, karena situasi ekonomi yang semakin sulit. “Kini ko powuik diutamokan dek ughang-ughang dulu, bau buek umah..”, ujar Ocu Mihir, salah seorang penambang yang sehari-hari menyelam ke dasar Sungai Kampar untuk membawa material ke darat.

Berdasarkan investigasi yang kami lakukan pada tanggal 14 September 2020 lalu, kamu menemukan sebuah fakta bahwa dalam dunia konstruksi sipil, Sungai Kampar adalah permata alam, gudang batu sungai di Provinsi Riau. Hampir disepanjang aliran sungai ini terdapat batu sungai dengan agregat/ ukuran yang beragam, yang di tambang usaha kuari rakyat.

Ada 4 macam material yang terdapat disini, yakni Pasir cor/ beton, batu kerikil, batu mangga dan batu kentang.

A. Pasir Cor

Pasir Cor Sungai Kampar memiliki karakteristik yang baik, karena kandungan lumpurnya yang sedikit. Lumpur tidak dapat menjadi satu dengan semen, sehingga menghalangi penggabungan antara semen dengan agregat. Pada akhirnya kekuatan tekan beton akan berkurang, karena tidak adanya saling mengikat. Kandungan lumpur yang berlebihan pada agregat akan mengurangi daya lekat agregat dengan pasta semen.

Cek Juga : Harga Pasir Cor/ Beton

B. Batu Kerikil

Material ini adalah jenis batu kali yang memiliki karakteristik yang sangat keras, sama halnya dengan batu kentang, batu mangga dan batu kelapa. Biasanya digunakan untuk pondasi bangunan, setelah dicampurkan dengan pasir cor.

Cek Juga : Harga Batu Kerikil

C. Batu Mangga

Sesuai dengan namanya, batu mangga memiliki ukuran rata-rata sebesar buah mangga. Biasanya digunakan untuk pondasi bangunan, dinding kolam, dinding waduk/ bendungan, dan turap. Namun ada juga yang menjadikannya sebagai material penimbun jalan.

Cek Juga : Harga Batu Mangga

D. Batu Kentang

Batu Kentang memiliki ukuran yang lebih kecil daripada batu mangga, yakni rata-rata sebesar kentang. Biasanya digunakan untuk pondasi bangunan, sebagai dinding kolam, dinding waduk/ bendungan, turap, bahkan ada juga yang menjadikannya sebagai material penimbunan jalan.

Cek Juga : Harga Batu Kentang

Bila Anda ingin bangunan yang kuat yang ditopang dengan pondasi yang sangat kokoh, maka pilihlah jenis pondasi batu kali. Banyak keuntungannya juga, lho !

Selain kokoh, pondasi batu kali banyak dipilih karena biaya produksinya yang relatif lebih rendah dari jenis pondasi lainnya.

Lihat Juga :  Penambangan Sirtu Pada Quarry Sungai Kampar di Bangkinang

Pada proses pembuatannya, biasanya pondasi batu kali di tanam di bawah permukaan tanah agar daya topangnya semakin kokoh. Bahan pokok yang digunakan pada pondasi batu kali di antaranya yaitu semen, pasir, batu kali, kerikil, dan material bantu lainnya.

7 Kelebihan Pondasi Batu Sungai

  1. Resiko kebocoran lebih kecil.
  2. Bentuk konstruksi lebih sederhana.
  3. Menambah kekuatan masa bangunan.
  4. Daya tahan tinggi terhadap goncangan.
  5. Biaya pembuatan yang murah.
  6. Proses pengerjaan lebih cepat.
  7. Ukurannya mudah disesuaikan.

Edy Zarman

CV. Andalas Materindo

Tulis Komentar